Tips Mendapatkan Modal Usaha — INTERNUSA
Close

Tips Mendapatkan Modal Usaha

Modal utama dari seorang pengusaha adalah TEKAD dan KEYAKINAN, sementara modal finansial bisa diwujudkan dalam banyak cara. Saat sekarang ini sudah banyak lembaga yang menyalurkan pembiayaan modal kerja baik dalam bentuk kredit maupun hibah (grant). Pemerintah pun mulai menggalakkan program kredit bagi usaha kecil yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM).

Permodalan dalam bentuk hibah biasanya diberikan oleh lembaga donor internasional seperti USAID, dan AUSAID. Untuk dapat meraih dana hibah dari lembaga donor, minimal seorang pengusaha harus mampu membuat proposal usaha dalam bentuk Bussiness Plan (BP). Dengan BP inilah seorang calon investor maupun lembaga donor akan mampu mengukur seberapa potensial bisnis yang sedang dijalankan oleh si pengusaha. Di dalam BP ini harus dibuat secara detail dan mudah dipahami. Lembaga donor biasanya bersedia membantu pembiayaan perusahaan sosial (social enterprises).

Berikut ini ada 9 cara jitu mengumpulkan modal usaha yang mungkin sangat berguna bagi kita untuk secepatnya merealisasikan bisnis yang telah lama kita inginkan:

  1. Modal dari uang tabungan sendiri

Modal dari uang tabungan sendiri merupakan sumber modal yang paling gampang bagi Anda. Karena Anda tidak perlu susah-susah berurusan dengan orang lain, apalagi dalam urusan uang biasanya orang susah untuk diajak kerjasama. Andapun juga lebih beruntung jika usaha Anda berhasil, karena Anda tidak harus memberikan bagi hasil keuntungan kepada orang lain. Jika gagalpun Anda tidak akan terbebani, karena Anda memakai modal dari uang sendiri. Lebih utamakan cara yang pertama ini untuk mendapatkan modal.

  1. Modal dari menjual barang berharga milik Anda

Jika Anda tidak memiliki tabungan uang, namun memiliki barang berharga yang bisa dijual, maka juallah barang tersebut untuk modal usaha Anda. Barang berharga bisa berupa : perhiasan, mobil, tanah, dan sebagainya. Apalagi jika barang-barang tersebut justru menambah pengeluaran Anda setiap bulan, tanpa memberikan pemasukan. Toh jika Anda berhasil dalam berbisnis, Anda akan bisa membeli kembali barang-barang tersebut.

 

Satu hal yang saya amati dari para pengusaha sukses adalah, mereka tidak ragu untuk menjual barang berharganya untuk kepentingan bisnisnya. Hal ini bertolak belakang dengan orang kebanyakan. Orang kebanyakan justru lebih mementingkan .gaya., sehingga mereka lebih memilih memiliki barang berharga dan akan merasa kehilangan jika harus menjualnya untuk modal bisnis.

  1. Modal pinjaman dari anggota keluarga atau teman

Anda tidak punya tabungan dan barang berharga, tapi tetap punya keinginanuntuk berbisnis? Jangan khawatir masih ada jalan lain. Pinjamlah kepada orang lain. Orang lain, bisa keluarga sendiri atau teman. Sampaikanlah rencana usaha Anda kepada mereka secara meyakinkan. Jika usaha Anda memang prospektif dan Anda bisa menjelaskan dengan baik kepada mereka, biasanya mereka tidak keberatan meminjamkan uangnya kepada Anda. Jika mungkin, pinjamlah tanpa memberikan bagi hasil, namun jika mereka menginginkan bagi hasil, Anda bisa mendiskusikannya.

  1. Modal pinjaman dari sesama pengusaha

Pinjam meminjam sesama pengusaha adalah hal yang sangat biasa, karena mudah dan cepat. Apalagi bila banyak famili yang berusaha pada bidang yang sama. Tidak heran jika para pedagang sering membangun usaha secara berdekatan. Mereka tinggal angkat telepon dan besok keluar pinjaman uang tunai. Untuk dapat masuk dalam kelompok ini jelas tidak mudah, mengingat pinjaman kadang-kadang hanya dicatat di secarik kertas.

  1. Modal dari pemilik modal dengan system bagi hasil

Misalnya Anda punya ide bisnis yang cukup bagus untuk dijalankan. Sementara untuk memulai usaha tersebut Anda tidak memiliki modal. Bukan pengusaha kalau tidak ada jalan keluar. Anda tetap bisa menjalankan ide Anda dengan menawarkan kerjasama dengan pemilik modal atau investor. Tuangkan ide Anda dalam sebuah proposal usaha, tawarkanlah proposal itu kepada mereka. Banyak cara untuk mencari investor. Cara yang paling mudah adalah dengan mengiklankan di media.

  1. Modal patungan tim

Inilah cara yang sering dijumpai untuk menjadi pengusaha. Namanya saja patungan, maka Anda harus punya modal pula.

  1. Modal ventura

Perusahaan modal ventura masuk sebagai pemodal dalam usaha Anda, menyuntikkan dana, dan ikut mengatur perusahaan Anda selama jangka waktu beberapa tahun saja. Tentu saja sebagai pemegang saham mereka mendapat bagian keuntungan. Bagi pengusaha kecil jelas menguntungkan

  1. Modal bantuan dengan sistim Bapak Angkat

Perusahaan besar juga membantu pengusaha kecil. Bapak Angkat ini umumnya berminat terhadap sentra usaha, koperasi, atau usaha kecil yang telah terkoordinir di satu lokasi atau satu organisasi yang baik.

  1. Pinjaman dari lembaga keuangan

Anda juga bisa mendapatkan modal dari lembaga keuangan, seperti koperasi atau bank. Banyak koperasi atau bank yang telah menjalankan system syari’ah yang membebaskan Anda dari bunga dan tentu saja lebih menguntungkan Anda daripada bank konvensional.

Nah, Bagi Anda yang masih menjadikan modal sebagai problem serius untuk memulai usaha, semoga penjelasan di atas bisa memberikan inspirasi. Berkenaan dengan modal, perjalanan bisnis Haji Masfuk, Bupati Madiun-Jawa Timur. Yang menarik dari sosok Haji Masfuk misalnya, kalau kita cermati lebih jauh, sebelum menjadi seorang bupati ternyata beliau sudah mencoba menjadi seorang wirausahawan. Uniknya, modal awalnya bukan uang, namun tekad dan kreativitas. Dengan berbekal Rp 15 ribu (lima belas ribu rupiah), Masfuk menuju Jepara. Singkat cerita, melalui ‘lobby’ tingkat tinggi, seorang pengusaha Jepara memperbolehkan Masfuk membawa berbagai aksesoris perhiasan. Hal ini, ia jadikan sebagai modal awal berjualan.

Singkat cerita, dengan tekad dan niat tersebut, melalui gerai sederhana diswalayan Sinar, Surabaya, akhirnya menghantarkannya pada tonggak keberhasilan. Sepuluh tahun kemudian (2002), modal Rp 15 ribu berkembang menjadi Rp 15 milyar. Realitasnya, berawal dari usaha yang kecil, sekarang telah memiliki lima perusahaan besar dengan aneka bidang usaha.

Purdhi E. Chandra, Bos primagama, memberikan modus buat Anda dalam memulai sebuah usaha. Modus tersebut ia beri nama BODOL, BOTOL, dan BOBOL.

BODOL (Berani Optimis pakai Duit Orang Lain). Siapa bilang bisnis mesti dimulai dengan duit sendiri ? Pengalaman Purdi membuktikan bahwa, kalau kita memulai dengan duit sendiri, justru tidak akan berkembang dan maju karena kita tidak mempunyai tantangan setidaknya untuk mengembalikan uang kolega. Kalu kita mulai bisnis dengan uang sendiri, yang mendoakan agar bisnis kita sukses hanya kita sendiri. Lain halnya jika kita mendapat pinjaman duit dari orang lain, yang mendoakan juga banyak. Untuk mendapat pinjaman duait orang lain, kita jelas dituntut meyakinkan orang lain kalu bisnis kita menarik dan menjanjikan, disitulah tantangannya.

BOTOL (Berani Optimis pakai Tenaga Orang Lain). Untuk memulai bisnis yang sudah kita miliki idenya, bukan berarti untuk memulai, harus kita kerjakan dengan kemampuan dan ketrampilan sendiri. Kita bisa membeli atau membayar orang yang memiliki ketrampilan untuk melaksanakan ide bisnis kita. Kita tinggal tentukan standart kualitas dan mengawasi pekerjaan orang yang kita bayar. Dan kita bisa memplokamirkan diri sebagai seorang business owner dari sebuah bisnis.

BOBOL (Berani Optimis meniru Bisnis Orang Lain). Meniru bisnis orang lain bukan hal yang ditabukan dalam memulai bisnis. Kita bisa meniru bisnis orang lain dengan inovasi yang berbeda. Dan Bukan mustahil justru bisnis kita akan jauh lebih pesat perkembangannya dibanding pendahulunya.

Ok, modal bukanlah faktor penentu dalam memulai sebuah bisnis. Jika Anda ingin memulai bisnis dan tidak memiliki modal, Anda tetap bisa memulai bisnis Anda tersebut. Banyak cara untuk mendapatkan modal bisnis. Silahkan pilih salah satu cara yang saya sebutkan di atas. Saya yakin Anda akan berhasil, karena saya sendiri telah membuktikannya.

Dan yang menarik, saat kita menekuni dengan serius sebuah bisnis, kita akan semakin menyadari bahwa modal bukanlah segalanya. Kitapun akan menyadari bahwa mencari modalitu sangat gampang. Hal yang bagi kebanyakan orang dianggap sebagai hambatan dalam memulai bisnis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *